Ceramah Maulid Nabi di Masjid At-Taqarrup Samarinda : Mendidik Anak Melenial

KH Ishak Ibrahim

KH Ishak Ibrahim

SAMARINDA,WWW MUIKALTIM,ORG- Gabungan Warga Perumahan Kehutanan dan Perumahan Persatuan wartawan Indonesia (PWI)  Jalan Anang Hasyim RT 20 Kelurahan Air Hitam Samarinda kemarin (17/11/2019) menggelar perayaan Maulid Nabi SAW di Masjid At-Taqarrup Perum Kehutanan.

Dalam gelaran Maulid yang dihadiri sekitar 250 warga itu panitia  maulid menghadirkan ceramah lokal dari Samarinda KH Ishak Ibrahim, Lc, MA.

Perayaan Maulid Nabi SAW yang mengambil tema” Dengan Meneladani Rasululloh Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah” diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan Ketua Panitia Maulid H Rusdianto, sambutan Ketua RT 20  kelurahan Air Hitam H Santo Asmorodewo dan acara puncak Hikmah Maulid Nabi SAW.

Mengawali ceramahnya KH Ishak Ibrahim yang juga Direktur Utama Yayasan Aman palestina ini  meminta kepada pemerintah presiden Jakowi  lebih fokus mengurus kesejahteraan rakyat seperti kesehatan dan ekonomi umat.

”Lebih baik pemerintah urusi masyarakat, Seperti masalah kesehatan , BPJS dan masalah ekonomi , katimbang urusi masalah sepele seperti Cadar dan Celana Cingkrang,”Kata Ishak Ibrahim.

Dalam ceramahnya Ishak Ibrahim juga menyinggung soal generasi saat  ini yang disebut generasi milinial. Dimana generasi ini disebutnya generasi sampah, yang mana generasi ini banyak mengunakan HP dan bermedsos yang tidak bermanfaat bagi agama maupun masa depan sebagai pemuda yang diharapkan bangsa dan agama.

Ishak Ibrahim mengutip dari cendikiawan Eropa, bahwa generasi milinial disebutnya  sebagai anak yang pemalas, egois, payah dan tidak bisa diandalkan

“Kalau dulu para pemuda bercita cita ingin jadi polisi, tentara, guru, bahkan jadi ustadh atau kiyai, tapi pemuda jaman milinial cita citanya jadi artis yang banyak duitnya, jadi youtober seperti Atta Halilintar,” kata Direktur Utama Yayasan Aman palistina.

Kiyai muda ini juga memberikan tips untuk mendidik anak dijaman milinial ini,  agar tidak disebut sebagai generasi sampah.

Pertama: jika kepingin anaknya menjadi anak yang berguna bagi Negara dan agama. Anak harus diceraikan dengan HP, kalaupun boleh memegang HP dan bermain medsos, tapi kasih anak tugas sebelum diizinkan main HP.

“Boleh kasih anak HP tapi ada syaratnya, misalnya harus hafalan dulu berapa ayat, harus belajar dulu atau disuruh cuci piring dulu, masak dulu, baru di kasih HPnya dan itu harus dilakukan setiap hari,” Katanya.

Dia juga mencontohkan anak anaknya yang tidak bisa jajan sebelum menyetorkan hafalan, semakin banyak hafalan semakin banyak uang jajannya.

Kedua, tips mendidik anak dijaman melenial adalah selalu dikontrol dan diawasi, utamanya belajarnya. Cek berapa nilainya, cek sudah berapa hafalanya dan lain lain.

Ketiga’ anak harus diajak belajar diluar sekolah seperti diajak  ke majelis-majelis, diajak ke pengajian, diajak salat jamaah ke masjid.

“Ajari mereka  beretika di masjid, acari sopan santun di masjid, bahkan agar rajin ke mesjid beri anak makanan, atau jajan dengan syarat jangan mengganggu orang dewasa yang lagi salat atau pengajian,” ujar Ishak Ibrahim.

Pewarta/Redaktur: M Roghib