Nikmat Terbesar Manusia Adalah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Ustadh Abdul Rahman

Ustadh Abdul Rahman

Samarinda – www muikaltim,org- Suasana peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1441 Hijriyah, bertepatan 10 November 2019, berlangsung meriah di kalangan masyarakat Samarinda, khususnya komplek Perum PWI , tepatnya di Mushalla Jabal Tzur jalan Anang Hasyim  RT 20 kelurahan Air Hitam,Samarinda.

Dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW , panitia menghadirkan ceramah   Ustadh H Abdul Rahman LC.M,FIL.I dari Samarinda. Hadir dalam kegiatan tersebut Para Tokoh masyarakat , aktifis shalawat,  jamaah Yasinan dan warga Perum PWI dan Perum Kehutanan.

Ustadh Abdul Rahman dalam ceramahnya mengatakan, bahwa Iblis selama hidupnya yang ribuan tahun mulai dari Nabi Adam hingga saat ini menangis sebanyak 4 kali.

“ jadi selama ribuan tahun Iblis menangis hanya 4 kali,Selain menangis sambil berlari penuh penyesalan , setan juga menjerit penuh ketakutan. Mereka menjerit sebab merasa bahwa misinya telah gagal. Mereka menjerit pilu dengan putus asa,” Cerita Ustadh Abdul Rahman.

Pembimbing Haji dan Umroh PT Arehlah ini  mengatakan;  empat peristiwa yang membuat setan menjerit penuh ketakutan dan putus asa.

Pertama, ketika mereka dilaknat oleh Allah Ta’ala. Kedua, tatkala mereka diturunkan dari surga-Nya.  Ketiga, masa ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan. laihi wa Sallam dilahirkan. Keempat, saat Al-quran diturunkan.

“Jadi kalau ada ummat yang tidak suka dilantunkan Kitab Suci Alquran , tidak suka kelahiran nabi Muhammad SAW berarti dia teman Iblis,” ujarnya.

Selanjutnya Ustadh Abdul Rahman menjelaskan,  pernah terjadi dialog antara Allah ta’ala dengan Nabiyullah Dawud Alaihissalam. Yaitu Nabiyulloh Dawud Alaihissalam bertanya kepada Allah ta’ala:

“Ya Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?”. Allah ta’ala menjawab, “Napas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Ku”. Bayangkan, napas yang kita hirup sehari-hari, yang menjadi oksigen bagi kita, bagi Allah ta’ala adalah nikmat terkecil.

“Lalu nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?” Tanya Nabi Daud lagi. “Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam” jawab Allah ta’ala.

Ustadh Abdul Rahman dan Tokoh masyarakat

Oleh karena itu mari kita bergembira, mari kita bershalawat tanda kita bersyukur atas kelahiran nabi Muhammad SAW.

“ Kita harus bersyukur dengan nikmat terbesar bagi kita , dengan hadirnya Nabi yang membawa dari kegelapan menuju terang benderang, dari jahiliyah menjadi islam , dari kebejatan menjadi akhlak mulia “ ujar Abdul Rahman.

Oleh karena itu mari kita gembira dengan datangnya Rosul, dengan banyak salawat, dengan mendatangi majelis majelis atau masjid, mushalla yang memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW.

“Apakah kita mendapatkan pahala kalau kita bergembira menyambut kelahiran Nabi SAW,” Tanya Ustadh Abdul Rahman dan pertayaan itu dia jawab , bahwa memperingati kelahiran Nabi SAW pasti mendapatkan pahala.

Ia mencontohkan , Kelahiran Nabi Muhammad SAW disambut gembira oleh berbagai kalangan, termasuk pamannya sendiri yakni Abu Lahab. Siapa sangka dakwah Rasulullah akan Islam kelak paling ditentang oleh pamannya tersebut.

Saking gembiranya Abu Lahab dalam menyambut kelahiran keponakannya itu, dia memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah di hari kelahiran Nabi. Atas tindakannya ini meski status Abu Lahab adalah seorang kafir, dia mendapat keringanan siksa kubur tiap hari senin.

Ia juga mengisahkan tentang orang yang suka membaca salawat Nabi SAW . Ternyata membawa kebekrahan dan rezki yang tak terhingga banyaknya .

Seperti kisah pedagang yang bangkrut dijaman Khilafah Turki Usmani, singkat cerita karena berkah banyak  baca salawat Nabi SAW , akhirnya hutangnya lunas ,bahkan mendapatkan tambahan sedeqah dari raja Usmani berlipat lipat.

Pewarta /Redaktur :M Roghib