Dinsos Kaltim Gelar Sosialisasi: Peran Orang Tua Melawan Narkoba

 

Dinsos Kaltim Gelar Sosialisasi Tentang Rehabilitasi bagi Pengguna Narkoba di TVRI Kaltim

Samarinda,www ,muikaltim,org- Dinas Sosial (Dinsos) provinsi Kaltim berperan penting dalam melakukan rehabilitasi sosial bagi korban penyalah gunaan Napza . Hal ini sesuai dengan visi misi Dinsos Kaltim agar terwujudnya peningkatan kesejahteraan penyandang masalah sosial melalui usaha bersama pemerintah dan masyarakat menuju keadilan sosial.

Kepala Dinsos Kaltim  melalui  kepala Bidang  Rehabilitasi  Sosial Muhammad  Suhaidy,Ssos,MSi dalam Acara Publika dan  dialog interaktif di TVRI Samarinda belum lama ini( 17 Nopember 2020),   menerangkan program pelayanan korban Napza  ini bertujuan agar dapat menanggulangi penyebaran narkoba yang menjadi perhatian utama Pemprov Kaltim.

“Dengan adanya sosialisasi penanggulangan narkoba ini diharapkan dapat menjadikan sebuah pembelajaran dalam penanggulangan narkoba bagi masyarakat terutama bagi pemuda pemudi yang ada di Kaltim,” terangnya

Dalam Dialog Interaktif   yang menampilkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial  Dinsos Kaltim Muhammad Suhaidy,Ssos,MSi  dan Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur Kombes Pol Joko Pumo  dengan Tema” Peran Orang Tua Penting Dalam Melawan Narkoba “ adalah  dalam rangka menginformasikan atau mensosialisasikan kebijakan pemerintah provinsi Kaltim dalam upaya memberikan pertolongan rehabilitasi akibat Napza

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini generasi muda kita lebih paham terhadap pengaruh buruk serta dampak narkoba, sehingga harapan kita dapat menyelematkan generasi muda dari bahaya narkoba,” imbuhnya..

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan generasi muda adalah penerus bangsa, sehingga besar harapan pemerintah Kaltim dapat terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Peran setiap orang tua sangat penting dalam menanggulangi narkoba untuk menyelamatkan generasi muda dari kejahatan narkoba.

”Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, psikotropika dan zat adiktif Iainnya (Napza) yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu  Kabid Pemberantasnakata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur Kombes Pol Joko Purnomo mengatakan Maraknya penyalahgunaan Nazpa (Narkoba   , Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif)   di Kaltim diharapkan dapat menjadi perhatian orang tua, agar hal tersebut  tidak menyerang anak-anak usia pelajar dan  mahasiswa. Orang tua memiliki peran sangat besar untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak dan remaja. Orang tua menjadi pilar utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Orang tua merupakan pilar utama pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pasalnya,  saat ini generasi muda sudah menjadi sasaran utama peredaran narkoba ini. Jangan sampai ini terjadi pada keluarga kita,” Ujar Kombes Pol Joko Purnomo.

Perwira menengah  Polri ini  meminta para orang tua dapat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Jika terjadi perubahan sikap anak, maka wajib para orang tua menanyakan kondisi anak. Dengan demikian, maka peluang penyalahgunaan narkoba bisa dicegah.

Selain orang tua, guru di sekolah juga memiliki peran tak kalah penting untuk memberikan penegasan kepada para pelajar agar menjauhi penyalahgunaan narkoba. Begitu juga dengan lingkungan masyarakat diharapkan dapat mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dukungan semua pihak ini akan mempersempit peredaran dan penyalahgunaan  narkoba. .

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi secara terpisah ketika dimintai tanggapanya tentang bahaya narkoba mengatakan  agar masyarakat terutama kaum remaja untuk selalu hidup sehat tanpa narkobal.

“Mari kita bersama-sama untuk hidup sehat. Jauhi narkoba. Jangan anggap gampang narkoba. Mari bersama jaga keluarga kita jauh dari penyalahgunaan narkoba, karena, Narkoba kejahatan luar biasa,” kata Hadi Mulyadi, ketika diwawancarai wartawan Amanah ummat di samarinda belum lama ini.

Hadi mengajak kepada semua pihak terutama generasi muda berusaha menjauhi narkoba. Generasi muda harus lebih kreatif. Yaitu, dengan memperbanyak kegiatan positif dan bermanfaat. Mulai kegiatan olahraga, seni maupun keagamaan.

Hadi juga mengatakan, komitmen untuk mencegah penyalahgunaan itu pun terus dibangun Pemprov Kaltim. Bahkan, Pemprov dengan tegas jika ada pejabat mulai eselon I hingga IV terbukti menggunakan narkoba diberhentikan dari jabatannya.

“Itu yang kami lakukan di Pemprov Kaltim, sehingga masyarakat juga ikut memerangi narkoba,” tegasnya. (Humas Dinsos Sosial kaltim)

Redaktur :Muh Roghib