LPPOM MUI Kaltim Rayakan Milad ke-21

Para Pengurus LPOM MUI Kaltim

Samarinda www,MUI kaltim  org-  Tepat pada tanggal 28 Oktober 2020 , Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Kalimantan Timur menggelar Milad yang ke 21. Karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda sekaligus juga merayakan hari para pemuda tersebut.

“Karena Bertepatan pada Tanggal 28 Oktober 1999 telah ditetapkan mulai berdirinya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat2an dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Selain memperingati hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020 kita juga memperingati Milad LPPOM.MUI Kaltim yg ke 21 “, Kata Ketua LPOM MUI kaltim H Sumarsongko.  Belum lama ini di Gedung MUI Prov. Kaltim. Lantai 1 jalan harmonica Samarinda.

Pada  momen Milad tersebut juga menggelar beberapa acara  yaitu antara lain Rapat Pengurus LPPOM, Rapat Auditor LPPOM, Rapat Komisi Fatwa serta penyampaian beberapa program yg sudah dilaksanakan selama ini serta yg akan datang.

Ketua LPOM H Sumarsongko dan Ketua MUI KH Hamri Has

Hadir Pada Acara Tersebut  para  Pengurus MUI , termasuk  Ketua Umumnya KH. Hamri Has dan Komisi Fatwa. Dan undangan lainya.

H Sumarsongko melajutkan, saat ini  proses Registrasi pendaftaran Sertifikasi Halal ada di Satgas BPJPH Kemenag Prov. Kaltim, baru proses selanjutnya ada di LPH- LPPOM.MUI Kaltim. Fatwa tetap di Komisi Fatwa MUI Prov. Kaltim.

Pada  usianya yang ke-31 tahun.  Dan kaltim yang ke 21 Sepanjang perjalanannya, LPPOM MUI terus berkembang dengan menjunjung tinggi profesionalitas dan kepercayaan umat.

Pada tahun-tahun sebelumnya LPPOM MUI berfokus pada consumer satisfaction(kepuasan pelanggan). Hal ini dibuktikan dengan eksisnya LPPOM MUI sebagai lembaga pemeriksa halal pertama, terpercaya, dan kredibel, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kini, dalam usianya yang ke-31 tahun, (Kaltim 21 Tahun) LPPOM MUI melakukan pembenahan internal guna meningkatkan pelayanan masyarakat serta mengiringi perkembangan dunia halal secara global.

“Kita mau menjadi yang terbaik. Karena itu, kita harus terus melakukan perubahan dan perbaikan. Banyak yang harus kita kerjakan dengan lebih baik dan lebih sempurna lagi,” ujar Direktur LPPOM MUI Kaltim H Sumarsongko..

Sejarah Singkat LPPOM MUI

Pembentukan LPPOM MUI didasarkan atas mandat dari Pemerintah/negara agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan aktif dalam meredakan kasus lemak babi di Indonesia pada tahun 1988. LPPOM MUI didirikan pada tanggal 6 Januari 1989 untuk melakukan pemeriksaan dan sertifikasi halal.

Untuk memperkuat posisi LPPOM MUI menjalankan fungsi sertifikasi halal, maka pada tahun 1996 ditandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama antara Departemen Agama, Departemen Kesehatan  dan MUI.

Nota kesepakatan tersebut kemudian disusul dengan penerbitan Keputusan Menteri Agama (KMA) 518 Tahun 2001 dan KMA 519 Tahun 2001, yang menguatkan MUI sebagai lembaga sertifikasi halal serta melakukan pemeriksaan/audit, penetapan fatwa, dan menerbitkan sertifikat halal.

Pengurus LPOM Dan Pengurus MUI kaltim

Pada Tahun 2017 dan 2018 LPPOM MUI memperoleh Sertifikat Akreditasi SNI ISO / IEC 17025 : 2008 untuk Laboratorium Halal dan SNI ISO / IEC 17065 : 2012 dan DPLS 21 untuk Lembaga Sertifikasi Halal dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Standar ini tidak hanya diakui di Indonesia, namun juga diakui oleh Badan Akreditasi Uni Emirat Arab atau ESMA.

Pada Januari 2019 LPPOM MUI, bekerja sama dengan berbagai pihak, telah membangun dan meresmikan laboratorium halal di dua lokasi, yakni di kawasan industri Modern Cikande, Banten, dan di kawasan Deltamas, Cikarang Jawa Barat. Laboratorium halal tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan layanan LPPOM MUI kepada kalangan industri yang memerlukan jasa laboratorium.

Sistem sertifikasi dan Sistem Jaminan Halal (SJH) yang dirancang serta diimplementasikan oleh LPPOM MUI telah pula diakui bahkan juga diadopsi oleh lembaga-lembaga sertifikasi halal luar negeri, yang kini mencapai 55 lembaga dari 26 negara. 

Pewarta/Redaktur : Moh Roghib