MUI Kaltim Bolehkan Salat Jumat dan Jamaah 5 Waktu di Masjid

Pertemuan MUI Kaltim dan Para Ormas

Pertemuan Pengurus MUI Kaltim dan Para Ormas

Samarinda www MUIKaltim ,org-Ditengah hebohnya   3 warga Kaltim yang terpapar Covid-19 dan ditetapkanya  Kaltim Kejadian Luar  Biasa KLB corona . Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kalimantan Timur  tetap membolehkan digelar sembahyang jumat , sembahyang 5 waktu dan peringatan hari besar seperti Isra Mikraj.

Keputusan tersebut diambil  setelah digelar pertemuan  beberapa organisasi kemasyarakatan Islam di Kalimantan Timur seperti Para takmir Masjid, Pimpinan pondok Pesantren, pimpinan majelis taklim  dan ormas ormas Islam lainya.

Pertemuan yang digelar  di kantor MUI kaltim Jalan Harmonika  kamis 19 maret 2020 tersebut sekaligus membahas  kasus corona di Kaltim dan   fatwa MUI nomor 14 tahun 2020, tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah covid-19.

Dalam keputasan pertemuan tersebut Ketua MUI KH Hamri Has sangat mendukung  Fatwa MUI tersebut. Namun karena Kalimantan Timur masih dianggab kondusif dan belum parah kasus virus coronanya , pihaknya dan beberapa ormas Islam sepakat untuk tetap membolehkan warga kaltim salat jumata dan jamaah 5 waktu  serta melaksanakan hari hari besar seperti peringatan isra dan mikroj dan kegiatan lainya.

Ketua MUI kaltim KH Hamri Has mengatakan, kendati  dibolehkan kegiatan di Masjid, namun jamaah harus mengedepankan dan menjaga kebersihan, menyemprot tangan sebelum masuk Masjid, membawa sajadah.

Namun bagi jamaah yang terjangkit  penyakit seperi pilek, bersin bersin, batuk apalagi sudah ada indikasi terjangkit Corona, wajib untuk menghindari kegiatan dan salat Jamaah di masjid.

“Makanya kita rapat hari ini, hasilnya kita mengikuti fatwa MUI Pusat yang tetap melaksanakan salat Jumat. Bagi mereka yang sakit hendaknya beristirahat di rumah dan melaksanakan salat dzuhur saja sebagai pengganti salat Jumat,” ujar Hamri Selain itu,

MUI Kaltim juga sangat mengapresiasi berbagai relawan yang dengan sukarela melakukan penyemprotan ke masjid-masjid menggunakan desinfektan. Tindakan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan masjid.

Hamri Haz juga mengimbau Masjid untuk menyediakan sabun pencuci tangan dan kran-kran air mengalir, sebagai antisipasi penyebaran virus Corona di Kaltim.

“Untuk jamaah sebaiknya membawa sajadah sendiri untuk menghindari penularan virus dan bakteri berbahaya di lantai ataupun karpet masjid. Kita juga imbau pengurus masjid untuk menjemur ataupun mencuci karpet Masjid. Virus dan kuman ini akan mati jika terkena panas matahari,” ucapnya.

MUI Kaltim mengimbau masyarakat tidak perlu panik namun tetap harus waspada. Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah dengan mencuci tangan, berolah raga serta dan mengonsumsi makanan bergizi.

Ketua MUI ini mengatakan, masyarakat Kaltim tidak boleh menganggap wabah ini sepele, karena virus Corona ini telah menjadi wabah dunia. Namun, ia menekankan pentingnya berikhtiar dan bertawakal atas keadaan saat ini.

“Jadi kesimpulannya MUI Kaltim menganjurkan masjid tetap melaksanakan salat Jumat. Namun bagi jamaah yang merasa kurang sehat, apalagi terindikasi dengan gejala-gejala terjangkit virus Corona, sebaiknya salatnya di rumah saja,” tegasnya.

Pewarta/editor :M Roghib