MUI Kaltim Sosialisasikan Maulid Habsy Lewat Pengajian

Peserta Sosialisasi Maulid Habsyi (foto Ghib)

Samarinda,www,muikaltim,org-  Komisi Perempuan, Remaja  dan keluarga, Komisi Seni Budaya.  Majelis Ulama Indonesia MUI Kalimantan Timur bekerja sama dengan Majelis Habsy Muslimah Islamic Ceter dan Hotel Bumi Senyiur  menggelar  pengajian di Hotel Senyiur Samarinda  22 Pebruai 2020.

Pengajian  dengan tema “Aktualisasi Pesan Pesan Dakwah Maulid Habsy” dihadiri sekitar 350 orang terdiri dari Majelis Taklim, Groub Maulid Habsyi, Fatayat NU  dan lain lain.

Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has  dalam sambutanya mengatakan sangat mendukung  pengajian yang digelar para organisasi Islam Wanita se Samarinda ini. Karena dengan adanya kegiatan keagamaan seperti pengajian dan salawat akan mendatangkan berkah dan rahmad bukan hanya kepada manusia ,tapi bagi makhluk dunia lainya.

“Dengan digelarnya pengajian dan bacaan shalawat Ingsya Alloh dunia akan aman dan penuh kerahmatan, maka sering seringlah meggelar pengajian semacam ini”, kata KH Hamri Has.

Lanjut mantan Ketua Basda Kaltim ini apabila ada umat berkumpul. Dzikir, saling nasehat menasehati maka malaikat  berduyun duyun mengelilingi tempat tersebut sambil mendoakan orang yang hadir di majelis tersebut.

KH Hamri meminta kepada kaum muslimin untuk rajin membaca salawat, sepa yang bershalawat 1 kali dibalas 10 kebaikan, kalau dibaca 100 kali akan mendaapat seribu kebaikan, seperti dalam hadisnya Rasulullah SAW bersabda,

“Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan medoakan keselamatan baginya, untuk itu bershalawatlah, baik sedikit ataupun banyak. “ ( HR. Ibnu Majah dan Thabrani). KH Hamri juga mengutip Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)

KH Acmad Zaini (foto Roghib)

Sementara itu Narasumber pengajian  yang digelar MUI Kaltim  KH Achmad  Zaini mengatakan, sebelum kita belajar atau membaca maulid habsyi  harus tau dulu sejarah dan profil dari pengarang bukunya,  mengenai maulid Nabi yang berjudul Simtudduror karya Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. maulid simtudduror ini juga biasa disebut masyarakat dengan sebutan maulid habsyi yang merujuk pada nama pengarangnya. maulid ini memiliki judul asli “Simtudduror fi akhbar Maulid Khairil Basyar min akhlaqi wa aushaafi wa siyar” dan disingkat dengan nama simtudduror.

Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi yang merupakan penyusun maulid ini adalah seorang ulama besar dan waliyullah asal hadraumut, tarim, yaman. beliau lahir pada tahun 1259 H / 1839 M dan wafat pada tahun 1333 H / 1913 M.

“Silsilah nasab dan garis keturunan beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW. beliau mengarang maulid ini pada usianya yang ke 68 tahun. berkat karyanya ini Habib Ali Habsyi dijuluki sohibul maulid Simtudduror. kitab maulid simtudduror ini berisi syair syair tentang kisah perjalanan hidup dan pujian kepada Baginda Rasulullah SAW dengan bahasa yang indah dan penuh makna.,”ujar KH Achmad Zaini.

Lanjut  KH Achmad Zaini salah satu karomah Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi adalah apabila dia shalat, dan ketika salam,  maka semua jamaah yang mengikuti shalatnya semua mendengar jawaban salam dia langsung dijawab Nabi Muhammad SAW.

“di syair syair beliau di maulid habsyi berisi pujian pujian terhadap Nabi Muhammad SAW, beliau juga mengatakan, seandainya dikumpulkan para ulama seluruh dunia dan masing masing menceritakan sejarah Nabi Muhammad ,sampai hari kiamat kisahnya tidak akan habis,” ujar ulama muda ini.

KH Achmad Zaini dan Panitia Pengajian (Foto Roghib)

Terang Guru Zaini maulid Habsyi sudah  dibaca orang mulai dari daerah pengarangnya di hadraumut. Salawat ini juga menyebar ke syuriah, Mesir, Arab Saudi termasuk ke  ke Indonesia, dan bahkan smpai ke kalimantan, bahkan di kalses Guru Sakumpul sampai mati selalu membaca maulid habsyi ini.

Guru Achmad Zaini mengajak agar umat Islam selalu membaca salawat, khusunya salawat habsyi, agar mendapat barokah dan safaat dari Nabi Muammad SAW, dengan membaca da mentadaburi maknanya salawat habsyi akan semakin cinta kepada Nabi SAW.

Pewarta/Redaktur  M Roghib