Wagub dan Ketua MUI Berharap Pimpinan Basnas Kaltim Yang Baru Harus Amanah

Wagub Hadi Mulyadi dan Ketua MUI KH Hamri Has

Samarinda,wwwmuikaltim,org- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi sanga berharap pimpinan  Badan Zakat Nasional  yang terpilih (Basnas) Kalimantan Timur  2021-2026 tidak hanya sekedar pintar, mampu, tetapi harus amanah dan jujur. Pipmpinan Bas juga harus mampu menarik zakat sebesar besarnya dari masyarakat kaltim.

Selain itu Pimpinan Baznas  harus bisa mengoptimalkan potensi penyerapan zakat, infaq dan shodaqoh. Selain itu, harus berupaya membangun kepercayaan umat. Dengan adanya kepercayaan umat terhadap Baznas, maka partisipasi masyarakat  di kaltim dalam penyampaian zakat dan sedekah pun dapat meningkat.

“Kepengurusan Basnas Kaltim yang terpilih  harus mendapat kepercayaan masyarakat Kepercayaan umat terhadap Baznas harus dibangun. Hal itu sebagai upaya peningkatan partisipasi umat dalam penyampaian zakat dan sedekah, harus bisa mengoptimalkan penerimaan dan penyerapan zakat, infaq, dan shodaqoh di Kaltim. Dengan tujuan dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkannya,” kata Hadi Mulyadi, belum lama  ini di Samarinda ketika dimintai tanggapan dan harapannya pada pengurus Baru Basnas Kaltim.

Menurut Hadim Mulyadi, Baznas punya potensi luar biasa apabila dioptimalkan. Jumlah penduduk di Kaltim yang 2 juta lebih. Hal ini menjadi potensi pemasukan untuk dikelola oleh Baznas.

Adapun potensi pemasukan Baznas diantaranya seperti zakat hasil pertanian, perdagangan, peternakan dan potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN).   

            Potensi zakat Kaltim diperkirakan masih sangat besar namun belum tergali maksimal. Melihat penduduk Kaltim yang mayoritas muslim, diperkirakan potensi zakat di daerah ini mencapai Rp1,2 triliun. Sementara  Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kaltim baru mampu menghimpun zakat sekitar 10 Persennya saja. 

            “Seharusnya potensi zakat yang sangat besar ini dapat digali dan dikelola secara maksimal, sehingga akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat bagi umat Islam. Zakat yang terkumpul itu harus mampu didayagunakan untuk peningkatan kesejahteraan dan kemajuan umat Islam,”  Kata Hadi Mulyadi.

              Senada degan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi. Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has juga berharap pimpinan Basnas mendatang bisa mengoptimalkan potensi zakat di Kaltim karena potensi zakat di kaltim sangat besar selain karena penduduknya yang 80 persen islam, orang kaltim juga gudangnya pengusaha kaya sehingga kalau mereka semua berzakat ke Basnas, hasilnya akan maksimal bisa triliyunan.

              “Jadi Pimpinan Basnas harus  pintar dan kreatif cari uang , jangan hanya bisa menghabiskan uang saja,” Kata KH Hamri Has yang juga mantan Ketua Basnas Kaltim.

               Menurut Ulama yang pernah dijuluki Bapak Zakat ini, waktu menjadi ketua Basnas masyarakat kaltim berbondong bonding membayar zakat, ada perorangan yang mengantar zakat hamper satu Milyar , ada yang berzakat pakai dolarm bahkan ada yang berzakat emas.

                  Seperti diketahui akhir Nopember lalu Sebanyak 30 peserta dari kabupaten/kota di Provinsi Kaltim mengikuti seleksi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim periode 2020-2026, yang dilaksanakan di Ruang Tepian II, lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim dan Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebanyak 30 peserta Capim  Baznas kaltim tersebut mengikuti tes psikometri MCMI-IV (Milon Clinical Multiaxial Invenry-IV) yang merupakan soal tesnya dari RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, dimana dalam pelaksanaan tesnya dibagi tiga bagian pertama tes soal kejiwaan dengan 195 soal, kedua 567 soal dan ketiga tes tertulis untuk pilihan ganda 5 0 soal dan esay 5 soal, kemudian dilanjutkan pembuatan makalah tentang Baznas.

                 Dari tes kompetensi ini akan diambil 20 peserta, kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara yang jadwalnya akan ditentukan panitia kemudian, dan 20 peserta tersebut akan diambil 10 peserta, dimana 10 nama-nama Capim Baznas terpilih tersebut akan diserahkan ke Gubernur dan panitia seleksi Baznas pusat.

“Dari 10 Capim Baznas yang dipilih, kemudian mengikuti wawancara langsung dengan Ketua Baznas Pusat dan Wakil Gubernur Kaltim, setelah itu baru dipilih 5 pimpinan Baznas Kaltim, sementera lima pinpinan lainnya akan dijadikan cadangan,” kata Sidik Amrillah, salah seorang Panitia Seleksi.

Wartawan/Redaktur: Muh Roghib