Warga Miskian Berobat Gratis di Klinik Basnas Kaltim

 

Berobat gratis ke Klinik Basnas Kaltim

Berobat gratis ke Klinik Basnas Kaltim (F0t0 Roghib)

Samarinda www,muikaltim,org-  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat tidak mampu dengan mendirikan klinik kesehatan Al Syifa. Di klinik tersebut terdapat 3 dokter umum, beberapa perawat, serta apoteker yang bertugas melayani para pasien.

“Ini kita khususkan untuk masyarakat yang tidak mampu dari kalangan fakir miskin yang mana nanti pengobatannya melalui dokter-dokter itu secara gratis. Mereka tidak dipungut biaya sedikitpun,” ujar ketua Baznas Kaltim Fachrul Ghazi saat ditemui  Wartawan di Kantor Baznas Provinsi Kaltim, Jalan Harmonika, Samarinda, belum lama ini.(13.mei)

Ketua Basnas KaltimFachrul Ghazi

Ketua Basnas KaltimFachrul Ghazi

Fachrul Ghazi menjelaskan, para pasien yang berobat di klinik akan mendapatkan penanganan layaknya berobat di rumah sakit pada umumnya. Namun, dokter yang bertugas merupakan dokter umum bukan dokter spesialis.

“Kami hanya dapat melayani penyakit-penyakit ringan saja, kalau seandainya berat kami merekomendasikan rujukan seperti ke RS AWS. Jadi, mereka diperiksa, setelah mereka diperiksa dan diberikan resep, langsung mengambil obatnya di ruang apotek. Tentunya juga secara gratis obat-obatannya,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di Klinik Al Syifa, masyarakat hanya perlu menyiapkan data diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari ketua RT.

“Yang bersangkutan hanya membawa surat keterangan tidak mampu dari RT. Supaya kami dapat mengetahui bahwa yang bersangkutan berhak untuk kami layani. karena pasien tidak mampu ada dari kalangan duafa, dan fakir miskin, dan juga membawa KTP beserta KK, agar kami juga dapat mendata dimana tinggalnya, apa betul warga Samarinda atau warga luar Samarinda,” terangnya.

Terkait sumber dana, Fachrul Ghazi mengungkapkan, sumber dana berasal dari para muzakir yang menyisihkan rezekinya untuk disumbangkan melalui Baznas. Kemudian disisihkan atau alokasikan dananya ke klinik untuk dibelikan obat dan kebutuhan-kebutuhan pengobatan lainnya,” bebernya.

Sementara itu  dr Ahmad Yusron yang bertugas di Klinik Asy-faa mengakui Sejak wabah virus corona masuk ke wilayah Indonesia, klinik Al Syifa mengalami kelonjakan orang yang datang berobat secara cukup signifikan.

“Sejak COVID-19, sehari bisa sampai 10 hingga 12 orang yang datang untuk berobat, sebelum pandemi paling banyak dua orang atau tiga orang saja,” pungkasnya

“Alhamdulillah ini sudah berjalan, di tengah masa pandemi COVID-19 banyak pasien yang datang kesini. Alhamdulillah kami dapat melakukan sesuatu untuk mereka dengan Cuma Cuma, khusus untuk pengurus  MUI Prov kaltim juga gratis mas tuturnya.

 

Pewarta/Redaktur: Roghib